Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
HARIAN KITA HARIAN KITA

Informasi Harian Terpercaya

HARIAN KITA HARIAN KITA

Informasi Harian Terpercaya

  • Home
  • Sample Page
  • Home
  • Sample Page
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
ENTERTAINMENT

Film “Saat Aku Bersuara” Kisah Kebangkitan Survivor Kekerasan Seksual

By Admin
June 20, 2026 2 Min Read
0

HARIAN KITA, JAKARTA – Film drama hukum “Saat Aku Bersuara” siap tayang dan membawa perspektif baru dalam mengangkat isu kekerasan seksual di Indonesia. Film ini digarap sutradara Pak Sonu bersama penulis skenario Tisa, dengan Marshanda sebagai pemeran utama tokoh Nadia.

Berbeda dari film bertema serupa yang fokus pada trauma, “Saat Aku Bersuara” menyorot cerita dari sisi survivor yang memilih untuk bersuara dan bangkit. 

“Kenapa isu sosial penting ini belum pernah diungkapkan dari sisi yang berbeda. Kita mau angkat bagaimana kalau perempuannya bersuara, dia bangkit. Itu akan jadi fenomena berbeda,” jelas Pak Sonu dalam press conference.

Ide cerita ini sudah dirancang hampir 6 tahun lalu. Proses syuting sempat tertunda karena pandemi Covid-19 di tahun 2020, namun pesan yang ingin disampaikan tetap relevan: memberi harapan bagi para survivor.

Penulis skenario Tisa mengaku proses risetnya tidak mudah. Ia melakukan pendekatan personal dengan beberapa narasumber untuk membangun karakter yang bisa mewakili banyak perempuan di Indonesia.

“Pendekatannya harus seperti ngobrol dengan teman, nggak boleh mengintrogasi. Dari situ aku bisa menulis karakter yang diharapkan mewakili banyak perempuan di Indonesia,” ujar Tisa.

Tantangan ini datang langsung dari Pak Sonu dan Bu Sonya yang ingin menghadirkan karya yang bukan hanya tontonan, tapi juga tuntutan dan motivasi untuk mendobrak pemikiran kolot yang masih dianggap tabu.

Sementara itu, Marshanda mengaku melakukan persiapan intens untuk mendalami peran Nadia. Ia banyak berdiskusi dengan sutradara, membaca, dan belajar dari orang-orang yang pernah mengalami pengalaman serupa.

“Aku memilih berserah dan melakukan yang terbaik. Setiap step dibimbing Pak Sonu,” kata Marshanda.

“Saat Aku Bersuara” diharapkan menjadi ruang diskusi publik untuk isu sensitif yang masih dianggap tabu di masyarakat. Film ini ingin menyampaikan pesan bahwa suara perempuan layak didengar dan dihargai.

Ikuti update terbaru film “Saat Aku Bersuara” di akun resmi media sosial film.(Redaksi)

Tags:

Marshanda filmSaat Aku Bersuara
Author

Admin

Follow Me
Other Articles
Previous

Film “Jump Scare” Project Terbaru MAGMA Entertainment

Next

Kesan Ketua Kadin DKI Jakarta Tentang Sosok Rachmat Gobel

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Final dan Closing Ceremony Open Tournament Bola Basket di GOR Sumantri Sukses Digelar
  • Ryanald Jonathan Pimpin Golkar Jakarta Barat Periode 2025-2030, Ahmed Zaki Iskandar Optimis Kursi DPRD Bertambah
  • Pergantian Menkeu dari Purbaya ke Suahasil Disorot, Mirae Asset Ingatkan Risiko Repricing
  • Jasa Marga dan Jasa Raharja Gandeng Aplikasi Travoy untuk Keselamatan Jalan Tol Digital
  • Panglima TNI Cup 2026: Wakasau Harap Lahirkan Atlet Menembak Berprestasi Internasional

Recent Comments

Archives

Categories

  • EKBIS
  • ENTERTAINMENT
  • ENVIRONMENT
  • FIGUR
  • KESEHATAN
  • NASIONAL
  • OTOMOTIF
  • POLHUKAM
  • SPORT
  • Uncategorized
Copyright 2026 — HARIAN KITA. All rights reserved. {{HARIAN KITA}}
Share

Facebook

X

LinkedIn

WhatsApp

Copy Link
×