5 Desainer Muda Burgo Indonesia Debut di Fashion Nation Lewat STREETÈ, Usung Misi Indonesian Fashion Freedom
HARIAN KITA, JAKARTA – Istituto di Moda Burgo Indonesia menampilkan karya 5 desainer muda dari program Fashion Entrepreneur (FPreneur) lewat show bertajuk STREETÈ: From Asphalt to Atelier di Fashion Nation 2026, Senayan City.
Founder & CEO Burgo Indonesia, Jenny Yohana Kansil, menjelaskan STREETÈ diambil dari inspirasi jalanan namun dikerjakan dengan teknik tinggi.
“Tema hari ini diambil dari jalanan, street, tapi dicampur dengan teknik-teknik khusus. Sebenarnya cutting-nya tidak sederhana. Jadi kita mengajarkan orang untuk tidak mikir kalau pakai baju itu yang penting luarnya saja cantik, tapi sebenarnya harus nyaman,” ujar Jenny.
Jenny menegaskan kelima desainer yang tampil hari ini masih berstatus mahasiswa aktif.
“Dan mereka ini jujur loh, belum selesai. Mereka baru permulaan tahun ketiga. Jadi belum selesai programnya. Kan kita mau mereka menjadi desainer ya. Jadi mereka belajar mulai dari bikin collection, sudah photoshoot juga. Ini sebenarnya sudah sampai tahap mereka berjuang untuk mendirikan label sendiri,” katanya.
Metode Burgo: One-on-One Personalized
Jenny menyebut keunggulan Burgo ada pada metode belajar personal yang tidak dimiliki sekolah mode lain.
“Yang membedakan Burgo dengan yang lain adalah kita punya metode namanya Metode Burgo, yaitu one-on-one personalized life profile. Jadi kelas kita itu tidak centralized, tapi lebih personal lagi. Guru itu, mentor itu mendampingi satu per satu. Kemudian kurikulumnya juga dipersonalisasi berdasarkan minat mereka, bakat mereka. Ini sesuatu yang unik yang sekolah lain memang tidak ada,” jelasnya.
Selain itu, Burgo menggunakan technical book langsung dari Istituto di Moda Burgo Milan, bukan modul cetak umum.
Indonesian Fashion Freedom
Jenny juga menegaskan misi besar Burgo di Indonesia.
“Misi kita membuka Burgo di Indonesia adalah Indonesian Fashion Freedom. Jadi kita mau memperkuat pemain lokal, melahirkan desain lokal yang mampu bersaing secara global. Tidak usah di luar negeri dengan brand luar, tapi di negara sendiri. Jadi menjadi pemenang di negara sendiri dengan standar yang kita bawa, the international standard, tapi inspirasinya, resource-nya tetap Indonesia,” tegas Jenny.
Tantangan: Jaga Ciri Khas Murid Tetap Elegan
Dalam kesempatan yang sama, Howard Laurent, Designer and Instructor Burgo Indonesia* yang juga partner Jenny, mengungkap tantangan mengajar di Burgo.
“Tantangan terbesarnya adalah setiap murid itu punya ciri khasnya sendiri dan kita tidak bisa memaksakan murid untuk menjadi satu tipikal yang sama. Jadi memang kita harus memberikan ruang untuk murid itu punya ciri khas masing-masing tapi tetap bisa iconic, tapi dengan taste dari Burgo. Burgo itu selalu dengan touch elegan,” ungkap Howard.
Menurutnya, STREETÈ menjadi bukti bahwa gaya edgy jalanan tetap bisa tampil elegan dengan sentuhan Burgo.
“Kita buktinya bisa tampilkan tema yang lebih edgy seperti hari ini, tapi tetap elegan,” tutup Howard.
STREETÈ menampilkan 10 look kolaboratif karya Angela Bernice Christian (Bereníkē), Jasmine Nabila, Nadine Emmanuel, Safira Nafiis (Sa Vire), dan Samantha Kessler (Chimera) sebagai tugas akhir FPreneur Batch 2026. (Redaksi)