Trio GJLS Pamerkan Film Baru Berapi-Api Lengkap dengan Truk Damkar Asli
HARIAN KITA, JAKARTA – Suasana berbeda terlihat di kawasan Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan pada Kamis, 29 Oktober 2026. Sebuah truk pemadam kebakaran (damkar) asli dan Bus Simulasi Damkar diparkir di area lobi bioskop. Itulah kejutan dari rumah produksi Amadeus Sinemagna saat merilis film terbarunya, GJLS: Berapi-Api.
Tidak hanya konferensi pers biasa, acara peluncuran film komedi aksi keluarga ini juga dikemas sebagai gala premiere yang interaktif. Awak media dan pengunjung yang hadir dipersilakan masuk ke dalam Bus Wahana Damkar GJLS untuk mencoba langsung pengalaman menjadi petugas pemadam.
Mulai dari memakai helm rescue, mengangkat selang pemadam, hingga berfoto dengan latar truk damkar raksasa, semua bisa dijajal. Konsep ini sengaja dihadirkan untuk menghidupkan spirit utama film, yakni apresiasi untuk profesi pemadam kebakaran.
Film yang dijadwalkan tayang serentak pada *l5 November 2026 ini menjadi proyek ambisius terbaru dari Amadeus Sinemagna.
Executive Producer sekaligus CEO Amadeus Sinemagna, Indra Yudhistira, menyebut film ini naik kelas dari segi cerita dan produksi.
“Ini bukan sekadar komedi. Skalanya lebih besar dan emosinya lebih dekat dengan penonton. Kami ingin menghadirkan tontonan keluarga yang bisa bikin tertawa, tapi pulangnya membawa pesan hangat,” ujar Indra.
Sutradara Monty Tiwa mengakui tantangan mengarahkan trio komedian Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir.
“Humor GJLS itu sudah punya ciri khas yang kuat. Tugas saya adalah membawa kelucuan mereka keluar dari zona nyaman, masuk ke cerita yang ada aksi, ada empati, dan ada konflik yang relevan,” kata Monty.
Secara garis besar, film ini berkisah tentang obsesi tiga sahabat kecil yang bermimpi menjadi damkar pemberani. Sayangnya, mereka gagal dalam seleksi pasukan elite bernama Algojo Api. Alhasil, Rigen, Rispo, dan Hifdzi hanya mendapat tugas-tugas kecil yang sering dianggap remeh.
Petualangan berubah drastis saat mereka bersama karakter Bu Guru Nana yang diperankan Grace Emmanuela tidak sengaja terlibat dalam upaya pengungkapan kasus perdagangan anak.
Trio GJLS pun berbagi makna di balik karakter masing-masing.
Menurut Rigen, karakternya adalah representasi orang yang punya semangat besar namun jalannya terjal. Sementara Rispo menyoroti sisi sensitif karakternya yang peduli pada anak-anak panti asuhan.
“Kalau di panggung kita saling roasting, tapi untuk urusan setia kawan, kita gak pernah padam,” timpal Hifdzi Khoir yang dalam film dikisahkan sebagai sosok penyintas perundungan yang berhati besar.
Film ini turut diperkuat jajaran cast lintas generasi seperti Carissa Perusset, Aurra Kharisma, Inayma, Sadha Triyudha, Nigel Siwabessy, Ebel Cobra sebagai Komandan Toni, Yono Bakrie, Rizky Ritonga, serta dua pemeran cilik Raffan Al Aryan dan Mikhaira Embun.
Nuansa heroik film juga semakin lengkap berkat original soundtrack berjudul “Api dan Mimpi” yang diciptakan dan dibawakan oleh grup band Barasuara.
Untuk informasi jadwal tayang dan aktivitas armada damkar keliling, penonton dapat memantau akun resmi Instagram @sinemagna dan @gjlsberapiapi.